Sabtu, 10 Desember 2016

Teori Komunikasi Massa




Media By Marshall McLuhan




Istilah Technological Determinism menunjukkan pemikiran McLuhan bahwa teknologi berpengaruh sangat besar dalam masyarakat atau dengan kata lain kehidupan manusia ditentukan oleh teknologi. Kita dapat membandingkan gagasan McLuhan ini dengan pandangan Karl Marx. Jika McLuhan berpandangan bahwa kehidupan manusia ditentukan oleh teknologi maka Marx berpendapat bahwa arah sejarah manusia ditentukan oleh perubahan cara berproduksi (economic determinism). Jika Marx melihat pada cara atau mode produksi yang mampu mengubah sejarah maka McLuhan melihat pada cara berkomunikasi yang menentukan sejarah manusia.
Menurut McLuhan, teknologi komunikasi menjadi penyebab utama perubahan budaya. Kehidupan keluarga, lingkungan kerja, sekolah, rumah sakit, pertemanan, kegiatan keagamaan, rekreasi, politik semuanya terpengaruh teknologi komunikasi. Menurutnya setiap penemuan teknologi baru, mulai dari penemuan huruf, penemuan mesin cetak hingga media elektronik memengaruhi institusi budaya masyarakat. Sebagaimana dikemukakan McLuhan: "We shape our tools and they in turn shape us" (Kita membentuk peralatan kita dan mereka pada gilirannya membentuk kita).

A.   Sejarah Media
McLuhan bersama Quentin Fiore menyatakan bahwa media pada setiap zamannya menjadi esensi masyarakat. Mereka mengemukakan adanya empat era atau zaman (epoch) dalam sejarah media, dan masing-masing era berhubungan dengan mode komunikasi dominan pada era bersangkutan. Lebih jauh, McLuhan menyatakan bahwa media berfungsi sebagai kepanjangan indra manusia pada masing-masing era yaitu: kesukuan (tribal), tulisan (literate), cetak (print) dan elektronik.

1.     Era Kesukuan
Menurut McLuhan, selama era kesukuan (tribal era)  indra pendengaran, penciuman dan perasa merupakan indra yang lebih banyak digunakan manusia terlebih yang pertama. Menurutnya, selama periode ini, kebudayaan sangat berorientasi pada pendengaran dan orang berkomunikasi lebih mengandalkan pada telinga. Namun telinga tidak memiliki kemampuan untuk menyaring atau melakukan seleksi terhadap pesan yang diterima sebagaimana indra penglihatan yang memungkinkan manusia memberikan fokus perhatian.
Era kesukuan memiliki ciri lisan yaitu bercerita dimana orang menjalankan atau mengungkapkan tradisi, ritual dan nilai-nilai mereka melalui kata-kata yang diucapkan. Bagi kebanyakan orang pada era kesukuan mendengarkan adalah memberikan kepercayaan terhadap apa yang didengar (hearing was believing). Berkomunikasi secara lisan tentu saja lebih emosional dan karenanya masyarakat yang hidup pada era kesukuan ini bersifat spontan dengan pandangan yang gampang berubah. Selain itu, anggota masyarakat yang hidup pada era lisan ini dalam melakukan tindakan atau aksi selalu hampir bersamaan dengan reaksi atau respon yang diberikan. Dalam komunikasi lisan, setiap individu dan kelompok harus menyimpan informasi yang diperolehnya dalam ingatan dan menyebarkannya kepada orang lain melalui percakapan. Ingatan kelompok berfungsi sebagai penjaga pengetahuan masyarakat.
2.     Era Tulisan 

3.     Era Cetak

4.    Era Elektronik



B.   Media Panas & Dingin

C.    Media adalah Pesan

D.   Hukum Media


Sumber:

Morissan. Teori Komunikasi: Individu hingga Massa. Penerbit Prenada Media. 2015.

Morissan. Teori Komunikasi Massa. Penerbit Ghalia Indonesia, 2010

Modul kuliah Komunikasi Massa oleh Morissan. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Mercu Buana.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar