Sabtu, 10 Desember 2016

Teori Komunikasi Massa





Sejarah Teori Agenda Setting


Maxwell McCombs dan Donald Shaw adalah orang yang pertama kali mengemukakan istilah “Agenda Setting”(1972). Hubungan yang kuat antara berita yang disampaikan media- sebagaimana dengan isu-isu yang dinilai penting oleh pub;ik merupakan salah satu jenis efek media massa yang paling popular yang dinamakan dengan Agenda setting.
Denis McQuail (2000) mengatakan bahwa istilah agenda setting di ciptakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw (1972,1993). Dua peneliti dari Universitas Nort Carolina, untuk menjelaskan gejala atau fenomena kegiatan kampanye pemilihan umum (pemilu) yang telah lama diamati dan diteliti oleh kedua srjana tersebut. Penelitian oleh McCombs dan Shaw merupakan tonggak awal perkembangan teori agenda setting.
Dearing dan Rogers (1996) mendefinisikan agenda setting sebagai : anongoing competition among issue protagonist to gain the attention of media profesionals, the public and policy elites (persaingan terus-menerus diantara berbagai isu penting untuk mendapatkan perhatian dari para pekerja media, public dan penguasa).
Setelah ratusan peneletian dilakukan dalam kurun waktu 25tahun kemudian, Shaw dan McCombs memepelajari semua hasil penelitian tersebut dan menemukan ada nya pertumbuhan atau perkembangan teori agenda settingyang dapat dibagi menjadi kedalam 4 tahap, Yaitu

A.   Studi Awal di Chappel Hill
Shaw dan McCombs ingin mengetahui pengaruh kampanye kandidat presiden di media massa terhadap pemilih. Kondisi Sosial diawal tahun 1970-an ketika itu diwarnai dengan adanya ‘pemberontakan’ kalangan generasi muda tehadap nilai-nilai yang mengekang kebebasan;maraknya penggunaan obat-obatan terlarang(narkoba) dikalangan generasi muda.
Agenda Setting terjadi karena media massa sebagai penjaga gawang informasi (gatekeeper) harus selektif menyampaikan berita. Media harus melakukan pilihan mengenai apa yang harus dilaporkan dan bagaimana melaporkannya. Apa yang diketahu public mengenai suatu  keadaan pada waktu tertentu sebagian besar ditentukan oleh proses penyaringan  dan pemilihan berita yang dilakukan media massa.


B.   Tahap Replika
Yaitu tahap pengulangan dan penguatan penelitian dan upaya untuk mengetahui kondisi yang mempengaruhi agenda setting.


D.   Agenda Media
Menurut Everet Rogers dan James Dearing (1988), agenda setting merupakan proses linear yang terdiri atas tiga tahap, yang terdiri atas agenda media, agenda public dan agenda kebijakan.



Sumber:

Morissan. Teori Komunikasi: Individu hingga Massa. Penerbit Prenada Media. 2015.

Morissan. Teori Komunikasi Massa. Penerbit Ghalia Indonesia, 2010

Modul kuliah Komunikasi Massa oleh Morissan. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Mercu Buana.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar